Sabtu, 20 Juni 2009

OMBAK

dihatimu kulihat ombak saling berpacu

bagai jiwamu yang menopang rasa rindu

manakala matahari menjilat lembut sosokmu

dan seseorang merangkum cinta sejati

kau gumamkan nyanyian asmaradhana

bagai deru ombak pesisir selatan

begitu larut ia, dalam aliran darahmu

dan kau simpan pada jantung-hatimu

dan alam terpicing memandangimu

dan pepohonan menari-nari

ditiup angin yang mengiringi lagumu

yang kau nyanyikan sepenuh hasrat kalbu yang merekah

indah nian bak bunga mekar di lereng-lereng pegunungan

beraneka warna dengan kupu-kupu beterbangan disekelilingnya

wahai, gunung dan laut adalah jarak nan tinggi

dunia dan akhirat adalah jarak keabadian hakiki

dan kita masih belum bisa mengejarnya

meski beribu tahun lagi

" Subhanallahu Allahu Akbar "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar