Sabtu, 20 Juni 2009

OMBAK

dihatimu kulihat ombak saling berpacu

bagai jiwamu yang menopang rasa rindu

manakala matahari menjilat lembut sosokmu

dan seseorang merangkum cinta sejati

kau gumamkan nyanyian asmaradhana

bagai deru ombak pesisir selatan

begitu larut ia, dalam aliran darahmu

dan kau simpan pada jantung-hatimu

dan alam terpicing memandangimu

dan pepohonan menari-nari

ditiup angin yang mengiringi lagumu

yang kau nyanyikan sepenuh hasrat kalbu yang merekah

indah nian bak bunga mekar di lereng-lereng pegunungan

beraneka warna dengan kupu-kupu beterbangan disekelilingnya

wahai, gunung dan laut adalah jarak nan tinggi

dunia dan akhirat adalah jarak keabadian hakiki

dan kita masih belum bisa mengejarnya

meski beribu tahun lagi

" Subhanallahu Allahu Akbar "

BUNGA MAWAR

Suatu sore sehabis hujan, setelah shalat Ashar
Ku berjalan menyusuri jalan2 kecil
Dengan membawa serangkai bunga mawar dan air mawar
Sambil berdzikir yang tiada henti
Getar sukma membawaku menuju makam
Dalam becek hujan dan kelembaban tanah pekuburan
Kukunjungi pusara suamiku bersama trenyuhku

Meski alam telah memisahkan kita,
namun ku rasakan kasih dan cinta yang bertaut
Meski alam kita berbeda,
namun benang merah dalam kalbuku
masih tersisa meski tinggal sejengkal
dan akan ku simpan seumur hidupku


Wahai belahan hati yang telah berpulang
tenanglah disisiNya, merdekalah dan mengabdi abadi;
Biarkan anak-anak bersamaku mendulang hakikat

Kuakan menggantikan peranmu sebagai seorang ayah

Kan kuingatlan mereka agar selalu mendoakanmu

Menjelang petang,
saat mentari mulai merayap turun berpindah ruang
ku taburkan bunga mawar dan air mawar

diatas pusaramu dengan doa dan Firman-Nya
ku belai pusaramu seakan membelai tubuhmu

dan kucium batu nisanmu seakan mencium keningmu

agar kau merasa bahwa aku tetap peduli

dan akan bertemu kembali kelak
nun di Arasy tempat-Nya semayam.

Selasa, 09 Juni 2009

KEKUATAN CINTA

Walau kerinduan hati yang terabaikan
Namun jiwa raga kita telah dipersatukan
dengan kekuatan cinta dan kasih sayang yang tulus
dan yang tak akan pernah surut
walau ada jurang pemisah yang sangat dalam
sehingga kita tak dapat hidup bersama

KEPERGIANMU

Kadang kutak mengerti

akan diriku sendiri

semenjak kau pergi tanpa pamit

kusangat berharap kau mau bicara

Namun tak sepatah katapun yang terucap

Kau hanya membisu dengan pandangan kosong

Yang ahirnya kau menghembuskan nafas terahirmu


Kepergianmu membuat hidupku hancur

Serasa hidup ini hampa

tiada senda gurau lagi

tiada belaian kasih sayang

tiada pelukan mesra

tiada ...tiada... tiada...lagi

semua yang biasa kami lakukan bersama


Mengapa kau pergi begitu cepat

Mengapa kau tinggalkan diriku

Bayang wajahmu selalu hadir dibenakku

Kuingin kau selalu berada disisiku

Ahirnya kusadari kau telah kembali kepangkuanNya

Berdosakah diriku bila selalu teringatmu

Kutak kuasa menahan rasa rindu padamu

Kuputuskan datang kepusaramu

Untuk melepaskan rasa rinduku

Tanpa terasa tetes air mata telah membasahi pusaramu


Kini tinggallah kenangan2 indah bersamamu

Yang tak mungkin ku lupakan seumur hidupku

Ketika kutertidur kau selalu hadir dalam mimpiku

karena kau telah menyatukan ruhmu kedalam jiwaku


Meskipun alam telah memisahkan kita

Namun kurasakan cinta dan kasih yang bertaut

Kan kusimpan seumur hidupku

Wahai belahan hati nun disana ketahuilah

sampai ini aku masih tetap sendiri bersama sunyi

Kamis, 04 Juni 2009

TERNODA

Desir pasir dipadang tandus
Desir hati kini telah pupus
Kau nodai dengan dusta
Namun bayangan wajahmu tak bergeming
dari pelupuk mataku
Tak kuasa menghalaunya
Apakah arti semua ini?
Apakah aku masih sayang padamu....