
Kala itu Bulan terangi bumi
Aku duduk di teras hotel
Melihat ke pantai yang penuh buih ombak
Buih ombak yang saling berkejaran
Terkadang menerpa Karang
Terkadang menerpa perahu nelayan yang melaut
Perahu itu timbul tenggelam diterang cahaya rembulan
Pak Tua nelayan dengan cekatan mengendalikan perahu
Perahu yang merupakan kehidupannya
Kehidupan cintanya dengan sang putri mithos
Yang selalu diceritakannya kala ia kembali melaut
Cinta legenda selama hidupnya
Sang Putri yang selalu menemani dan memberikan ikannya
Agar Pak Tua Nelayan kembali kepangkuannya.
Debur terpaan kebatu karang kian nyaring
Seakan tak mau kalah dengan Hiruk Pikuknya musik discotique di hotel ini
Sang Putri menari dan begoyang mengikuti irama alam
Cinta Fantasi dengan sang Putri terasa lebih hangat dari cahaya fajar yang mulai menyingsing
Ombak riak menemani Pak tua Nelayan kembali mendarat
Membawa ikan pemberian sang Putri
Pak Tua dengan gontai menuju gubuk reyotnya
Membaringkan tubuhnya yang terasa makin renta
Tertidur dalam lelah namun tersenyum
Bersama Putri sang legendaris kembali bercinta dalam mimpi
Tak peduli akan hasil penjualan ikan
Asalkan sang Putri tidak dicuri dari hatinya yang paling dalam sampai ajal menjemput kelak
Berharap


Tidak ada komentar:
Posting Komentar