Sabtu, 25 April 2009

SANG PUTRI

Kala itu Bulan terangi bumi

Aku duduk di teras hotel

Melihat ke pantai yang penuh buih ombak

Buih ombak yang saling berkejaran

Terkadang menerpa Karang

Terkadang menerpa perahu nelayan yang melaut

Perahu itu timbul tenggelam diterang cahaya rembulan

Pak Tua nelayan dengan cekatan mengendalikan perahu

Perahu yang merupakan kehidupannya

Kehidupan cintanya dengan sang putri mithos

Yang selalu diceritakannya kala ia kembali melaut

Cinta legenda selama hidupnya

Sang Putri yang selalu menemani dan memberikan ikannya

Agar Pak Tua Nelayan kembali kepangkuannya.

Debur terpaan kebatu karang kian nyaring

Seakan tak mau kalah dengan Hiruk Pikuknya musik discotique di hotel ini

Sang Putri menari dan begoyang mengikuti irama alam

Cinta Fantasi dengan sang Putri terasa lebih hangat dari cahaya fajar yang mulai menyingsing

Ombak riak menemani Pak tua Nelayan kembali mendarat

Membawa ikan pemberian sang Putri

Pak Tua dengan gontai menuju gubuk reyotnya

Membaringkan tubuhnya yang terasa makin renta

Tertidur dalam lelah namun tersenyum

Bersama Putri sang legendaris kembali bercinta dalam mimpi

Tak peduli akan hasil penjualan ikan kan dicuri mereka yang makin banyak kelaparan

Asalkan sang Putri tidak dicuri dari hatinya yang paling dalam sampai ajal menjemput kelak

Berharap kan bertemu Putri hidup kekal dialam yang sama.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar